Ketika Pendidikan Kehilangan Kestabilan

Ketika Pendidikan Kehilangan Kestabilan

Ketika Pendidikan Kehilangan Kestabilan – Setiap pergantian kurikulum selalu datang dengan janji perbaikan. Kurikulum lama di anggap tidak tepat, kurikulum baru di harapkan menjadi jawaban. Tapi di Indonesia, perubahan kurikulum terus-menerus malah menyisakan pertanyaan. Dari tahun 1947, Indonesia sudah mengganti kurikulum nasionan sebanyak 11 kali. Data ini di jelaskan dalam laporan sejarah pendidikan nasional yang menyoroti kalau perubahan kurikulum sering bersamaan dengan pergantian menteri pendidikan, bukan dari hasil evaluasi jangka panjang terhadap mutu pembelajaran.

Anggaran Besar, Dampak Terbatas

Penerapan Kurikulum Merdeka meresap biaya negara yang lumayan besar. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, serta Teknologi mencatat kalau biaya penerapan ini sampai Rp 2,86 triliun. Biaya itu di pakai untuk pelatihan guru, penyusunan buku ajar, dan peningkatan platform digital pembelajaran. Di tingkat sekolah, pergantian kurikulum berarti anggaran tambahan. Sekolah harus cetak ulang modul ajar, mengganti papan informasi, menggati dokumen administrasi, serta menyesuaikan perangkat pembelajaran.

Guru Lelah, Siswa Bingung

forums.pinitschool.com

Efek perubahan kurikulum tidak sampai di persoalan biaya. Di ruang kelas, siswa harus menyesuaikan diri dengan cara belajar yang berubah. Dari pembelajaran bertema Kurikulum 2013, lalu berganti ke pembelajaran berdasar proyek dalam Kurikulum Merdeka, siswa di paksa menyesuaikan diri dengan sistem penilaian yang berbeda dalam waktu singkat. Pergantian kurikulum yang sering bisa menurunkan motivasi belajar siswa. Siswa memerlukan waktu untuk beradaptasi diri dengan pola pembelajaran serta sistem penilaian yang baru.

Politik Simbolik dalam Kebijakan Pendidikan

Kejadian ini bisa di baca lewat kacamata teori politik simbolik. Ilmuwan politik Murray Edelman menyatakan kalau kebijakan publik kerap kali di pakai sebagai simbol untuk memperlihatkan tanggapan pemerintah terhadap masalah, walaupun efek substantifnya terbatas. Perubahan nama, menghasilkan kesan pembaruan, walau praktik di lapangan tidak banyak berubah. Di konteks pendidikan Indonesia, perubahan nama kurikulum berguna sebagai penanda kalau pemerintah sedang menjalani pembaruan.

Ancaman untuk Indonesia Emas 2045

Tujuan Indonesia Emas 2045 menempatkan pembangunan sumber daya manusia sebagai tiang utama. Pemerintah menargetkan pengembangan Human Capital Index sampai mendekati 0,73. Tapi target ini susah terwujud kalau pendidikan dasar serta menengah terus berada di keadaan peralihan yang tidak pernah selesai. Anak usia sekolah hari ini merupakan generasi produktif di 2045. Kalau selama masa belajar mereka terus di sibukkan dengan perubahan cara, istilah, serta sistem penilaian.