Kerja Sama Pendidikan Tinggi Indonesia – Korea

Kerja Sama Pendidikan Tinggi Indonesia - Korea

Kerja Sama Pendidikan Tinggi Indonesia – Korea – Korea Higher Education Forum 2025 kembali di laksanakan di Aula Latief Hendraningrat, Gedung Raden Dewi Sartika, Universitas Negeri Jakarta. Seminar ini menghadirkan tiga pembicara kunci yang membahas beragam kesempatan pendidikan tinggi antara Indonesia serta Korea Selatan. Forum yang berlangsung ini bertujuan untuk memperkuat kemitraan akademik serta membuka kesempatan kolaborasi baru dalam bidang pendidikan tinggi antara kedua negara.

Penjelasan Kerja Sama

Penjelasan pertama di jelaskan oleh Dimas Haris, CEO Beasiswa Korea, yang mengusung tema Menjembatani Indonesia serta Korea: Jalur Rasional dalam Kolaborasi Pendidikan Tinggi. Dimas menyoroti pentingnya kerja sama di bidang Sains, Teknologi, Teknik, serta Matematika sebagai pilar kemajuan kedua negara. Peningkatan pesat di bidang STEM bisa menjadi jembatan utama untuk membuka lebih banyak peluang untuk mahasiswa Indonesia untuk belajar serta bekerja sama dengan Korea Selatan.

Dimas menyatakan kalau pemerintah Korea Selatan mempunyai target ambisius untuk menarik 300.000 mahasiswa internasional di 2027. Sekarang, Indonesia menduduki peringkat ke-7 sebagai negara pengirim mahasiswa terbanyak ke Korea Selatan.

Baca juga : Universitas Surabaya Tuan Rumah Untuk PTS Jawa Timur

Penjelasan kedua di nyatakan oleh Joshua Han, perwakilan dari Sejong University, kampus terbaik yang terletak di Seoul, Korea Selatan. Dalam penyampaiannya, Joshua memperkenalkan profil Sejong University yang sudah berhasil mendapat nama baik sebagai salah satu kampus terbaik di dunia. Dengan jumlah keseluruhan mahasiswa kurang lebih 21.467 orang, termasuk 5.038 mahasiswa internasional, Sejong University menawarkan peluang untuk mahasiswa Indonesia.

Penjelasan ketiga di berikan oleh Susilo, menjelaskan kalau IKHEF 2025 adalah momen strategis untuk mempererat hubungan akademik. Susilo menjelaskan peluang besar yang di punya oleh Indonesia sekitar 4.500 perguruan tinggi di seluruh negeri.

Dalam penjelasan terakhir, Susilo mengajak semua pihak untuk membangun strategi masa depan yang mengutamakan pendanaan berkelanjutan. Keberlanjutan serta konsistensi dalam kerja sama akan memberikan efek jangka panjang untuk kemajuan pendidikan tinggi di kedua negara.

Exit mobile version