Masalah Orang Tua Mempertimbangkan Kuliah Anak – Melanjutkan belajar kuliah di luar negeri memang mempunyai nilai serta kedudukan sendiri. Beragam kampus terbaik di dunia memberikan layanan pendidikan yang lebih berkualitas, program pendidikan yang membantu peningkatan diri serta kemandirian anak, sampai peluang karir yang lebih besar menjadi nilai tambahan sendiri yang bisa di peroleh putra-putri lebih baik dari pada pendidikan di Indonesia di zaman persaingan global yang semakin ketat.
Dilema Orang Tua
Tapi, keputusan untuk mengizinkan anak melanjutkan pendidikan di luar negeri bukan hal yang mudah. Dengan semua kelebihan yang ada, pasti banyak komponen yang sering memicu orang tua dilema dalam melepas anak kuliah keluar daripada di dalam negeri. Jarak tempuh menjadi alasan orang tua sulit untuk memperbolehkan anak untuk mencapai pendidikan global. Karena, beragam kampus terkemuka di dunia tersebar di banyak negara, khususnya di UK, US, serta Australia yang lokasinya jauh dari Indonesia.
Baca juga : Hak Istimewa di Sekolah Antara Pendidikan Negeri serta Swasta
Tentang Biaya
Tidak bisa di bantah biaya menjadi peninjauan untuk orang tua. Biaya untuk kuliah di luar negeri bukan hal yang murah. Beasiswa untuk universitas luar negeri seperti LPDP memang banyak. Tapi, persaingan semakin ketat dari tahun ke tahun. Total kuota beasiswa LPDP atau Lembaga Pengelola Dana Pendidikan di tahun ini di potong sampai penerima maksimal hanya 4.000 penerima, dengan naiknya pencari beasiswa yang bertambah tajam sampai 78.588 pendaftar.
Persentase penerima hanya sampai 5%, turun di banding dengan tahun 2024 yang sampai 18.5% penerima. SIM Global Education Singapura memberikan jalan keluar pendidikan transnasional yang cocok di zaman digital ini. TNE merupakan model pendidikan yang membuat mahasiswa di suatu negara mendapat gelar atau kualifikasi dari beragam kampus terkemuka di dunia tanpa harus menempuh studi penuh di negara asal kampus itu.
Model pendidikan ini juga memberikan biaya yang lebih murah untuk orang tua. Dengan lokasi studi yang strategis, pasti keadaan kedala sosial, ekonomi, serta budaya tidak akan terasa berbeda karena masih berlokasi di Asia Tenggara. Orang tua juga bisa menghemat 40-60% dari biaya program daripada dengan memperoleh gelar yang sama dari Australia, Inggris, serta US lewat penawaran dari SIM Global Education.
Untuk pelajar yang baru ke luar negeri, SIM Global Education mengerti kalau penyesuaian diri di kawasan baru ialah hal yang susah.
