Prof. Mahendrawathi Presentasi di Seville – Guru besar Sistem Informasi Institut Teknologi Sepuluh November atau ITS, Prof. Mahendrawathi ER, tampil di panggung ilmiah internasional di 23rd International Conference on Business Process Management di Seville, dengan timnya mendapat Best Industry Forum Paper Award 2025 untuk riset berjudul Impact of Process Redesign: A Case Study from Indonesian Higher Education Data Reporting. Makalah itu di tulis oleh Indri Sudanawati Rozas, Sugianto Halim, Mahendrawathi ER, dan Arif Wibisono, serta di presentasikan dalam Industry & Society Forum BPM 2025.
Pergantian Sederhana, Efek Besar
Penelitian menjelaskan perkembangan alur pemberitaan dari ekosistem manual enam langkah terus-menerus mulai pengumpulan sampai penyelarasan menuju ekosistem digital terintegrasi. Redesian yang di tingkatkan lewat solusi GoFeeder serta ProFeeder menghilangkan dua kegiatan kritis dan menempatkan validasi di hulu sampai data yang di kirim ke pusat sudah bersih. Akhirnya, tiga efek utama tercatat yakni pengembangan mutu data, ketepatan biaya sampai 52%, serta penurunan emisi karbon yang di modelkan sampai 97%.
Dari sudut pandang lain, sekitar 1.200 lembaga sudah memakai solusi ini. Keterlibatan kebijakannya menyentuh segi kepatuha, akreditasi, serta ketersediaan data utama untuk evidence-based policymaking. Di luar sebagai penulis, Prof. Mahendrawathi ER merupakan Kepala Enterprise Systems Laboratory di Departemen Sistem Informasi ITS. Kemampuannya mencakup Business Process Management, Enterprise Resource Planning, serta Supply Chain Management.
Baca juga : Ketika Pendidikan Kehilangan Kestabilan
Kenapa Riset ini di hargai
Juri forum industri memberi perhatian pada riset yang mengartikan terori BPM/BPR menjadi hasil operasional yang terukur. Dalam kerangka BPR internasional, ide yang di pelajari memenuhi empat dimensi kunci serta mengikuti BPR. Dengan kata lain, tim Indonesia menunjukkan bagaimana perubahan kecil di bottleneck bisa menyebabkan efek besar di kinerja keseluruhan proses. Bagi kampus, temuan ini memperkecil beban administratif operator serta mengembangkan ketepatan data untuk pengambilan keputusan.
Untuk regulator, redesain proses mempercepat pergeseran waktu serta memperbaiki penelusuran untuk penilaian kebijakan. Untuk industri ed-tech, kolaborasi kampus industri yang terdokumentasi di pembelajaran ini memperkuat pembaruan proses. Dengan meliputi adopsi yang luas, pendekatan ini berpeluang menjadi benchmark nasional untuk pelaporan akademik yang taat, efektif, serta hijau.
